fajarnews

Budidaya Ikan Lele Masih Terkendala Pemasaran

Redaksi : Andriyana | Kamis, 7 September 2017 | 00:15 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Budidaya ikan lele yang dilakukan petani di Kabupaten Majalengka belum memberikan keuntungan seperti yang diharapkan, sebaliknya banyak dari mereka yang akhirnya gulung tikar.

Eka, petani di Jatiwangi mengatakan, budidaya ikan lele di Kabupaten Majalengka belum memberikan keuntungan yang memadai.

Meski tingkat komsumsi ikan lele terus bertambah, dan harga jualnya di pasar terus naik, tetapi hal itu belum dirasaka oleh petani. Sebaliknya tidak sedikit petani yang akhirnya menutup usaha budidaya ikan lelenya.

”Permintaan ikan lele memang terus bertambah,dan harganya juga terus naik tetapi hal itu tidak dinikmati oleh petani,”ungkapnya.

Kondisi itu kata dia disebabkan oleh persoalan pasar. Petani ikan lele sering tidak berdaya dalam penjualan hasil panen. Harga penjualan hasil panen dikendalikan oleh para tengkulak,sehingga harga jual hasil panen lele jauh berada di bawah harga pasar.

Harga jual ikan lele di pasar saat ini sudah berada pada harga Rp 24 ribu, sedangkan petani setiap kilogramnya hanya mengantongi Rp 15 ribu.

”Kami tahu kalau harga ini sangat jauh dengan harga pasar,tetapi petani tidak beradaya,” keluhnya.

Petani ikan lele lainya Budi menyebutkan,selain terkendala dalam pemasaran, persoalan lain yang dihadapi adalah terus naiknya harga pakan.

Saat ini harga pakan untuk penggemukan ikan lele perkilogrmnya telah mencapai Rp 12 ribu. Sedangkan saat panen,ikan lele hanya dihargai Rp 15 ribu/kg.

“Dalam waktu tiga bulan kita hanya mendapat selisih Rp 3 ribu, itu belum termasuk biaya lainnya. Kondisi ini yang akhirnya membuat petani lele banyak yang bubar,”ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat membantu persoalan yang dihadapi oleh petani ikan lele. ”Kami tidak butuh bantuan modal, yang kami perlukan bagaimana menjual hasil panen ikan lele ini dengan harga yang lebih berpihak pada petani,” harapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Majalengka melalui Kasi Perikanan Veni mengatakan, akses pemasaran ikan lele memang masih menjadi kendala yang dihadapi oleh petani.

Para pembudidaya ikan lele masih kesulitan mendapatkan pasar yang tetap. ”Ini yang masih cari solusinya agar petani ikan lele tidak dirugikan,” katanya. (ABR)

Loading Komentar....