fajarnews

BKPP Wilayah III Jabar Dorong Pengembangan Industri Makanan Olahan

Redaksi : Andriyana | Kamis, 24 Agustus 2017 | 01:37 WIB

DRI
BKPP Wilayah III Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Pengembangan Industri Makanan Olahan, Rabu (23/8)

Fajarnews.com, CIREBON - Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) Wilayah III Provinsi Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Industri Makanan Olahan di Wilayah III Propinsi Jawa Barat, Rabu (23/8).

Rakor yang digelar di kantor BKPP ini bertujuan untuk mensinergikan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan pembangunan industri makanan olahan khususnya di wilayah III Cirebon.

Acara yang resmi dibuka oleh Kepala BKPP Wilayah III Jabar, yang diwakili oleh Kabid Pemerintahan, Drs. Musyid, MM itu dihadiri para peserta yang terdiri dari Bagian Perekonomian Setda, Bapeda, Disperindag, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, dan pelaku usaha IKM se Wilayah III Cirebon.

Kepala BKPP Wilayah III dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Musyid mengatakan, Jawa Barat memiliki potensi kekayaan bahan baku pangan yang beragam, didukung dengan kreatifitas olah pangan yang tumbuh berkembang menghasilkan makanan olahan yang menarik dan inovatif. 

Kreatifitas masyarakat dalam mengolah bahan baku makanan ini tentunya dapat jadi peluang untuk berkecimpung di dunia industri makanan olahan.

"Semua bahan pangan yang ada di alam dapat diolah menjadi makanan unik, enak, mudah dan murah. Maka tak heran jika di Jawa Barat ini dikenal sebagai pusat tren makanan dan olahan pangan secara nasional," ujarnya.

Acara rakor tersebut juga dihadiri Kepala Disperindag Provinsi Jawa Barat yang diwakilkan oleh Inka Priyanti, pejabat fungsional Disperindag Jabar. Dalam sambutannya Inka juga berharap, potensi-potensi tersebut diharapkan menjadi pemicu pengembangan aktivitas industri makanan olahan pangan yang lebih besar lagi.

Menurutnya, dalam memasarkan produk pangan khususnya makanan olahan, baik di pasar tradisional, modern atau untuk ekspor saat ini terjadi persaingan sangat ketat, bukan hanya pada aspek dan perayaratan mutu produk bahan pangan tapi juga dalam harga dan konsistensi dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

“Dengan demikian bila kita tidak segera melangkah atau memulainya maka kita akan ketinggalan dan kalah bersaing dalam memenuhi tuntutan konsumen yang semakin meningkat. Bahkan untuk memenuhi pasar domestik sekalipun kita akan tertinggal. Menyikapi hal itu maka di Jawa Barat khususnya di Ciayumajakuning pengembangan industri makanan olahan sangat perlu untuk dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait,” ujar Inka.

Inka juga mengingatkan pentingnya meningkatkan daya saing untuk menghadapi produk-produk pangan dari luar negeri. “Kita harus meningkatkan daya saing karena saingan kita adalah produk-produk dari luar. Kalau produk yang dihasilkan tidak menarik, tidak memiliki daya saing, kita akan menjadi target pasar yang bagus bagi negara-negara luar. Mereka akan masuk kesini berbondong-bondong,” tegasnya. (DRI)

Loading Komentar....