fajarnews

Pemahaman Masyarakat Mengenai Keuangan Syariah Masih Minim

Redaksi : Andriyana | Minggu, 13 Agustus 2017 | 08:42 WIB

DRI
OJK bersama industri keuangan syariah menyelenggarakan Keuangan Syariah Fair 2017 yang berlangsung di Atrium CSB Mall dari tanggal 11 sampai 13 Agustus 2017



Fajarnews.com, CIREBON - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, Sarwono mengatakan, perkembangan ekonomi syariah atau perbankan syariah masih menghadapi tantangan besar.

Dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 250 juta jiwa, menurutnya, proporsi keuangan syariah berdasarkan data statistik baru 5 persen di perbankan.

"Perkembangan syariah termasuk yang kita ikuti setiap saat belum memperlihatkan pertumbuhan yang menggembirakan," ungkapnya pada acara pembukaan pameran keuangan syariah di Atrium CSB Mall, Jumat (11/8).

Di Jawa Barat, lanjutnya, yang merupakan propinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yakni mencapai 47 juta jiwa, atau 20 persennya dari total penduduk Indonesia, pemahaman masyarakat Jawa Barat mengenai keuangan syariah masih minim, yakni hanya 7 persen.

"Ini bukan katanya, dan bukan isapan jempol. OJK juga punya riset khususnya di Jawa Barat. Riset mengenai keuangan syariah bahwa untuk pemahaman masyarakat di Jawa Barat mengenai keuangan syariah itu tercatat hanya sekitar 7 persen," ungkap Sarwono.

Sementara, penggunaan produk dan jasa layanan keuangan syariah itu baru 21 persen. Artinya, kata dia, dari 100 orang, hanya 7 orang yang paham mengenai keuangan syariah. Atau dari 100 orang hanya 21 orang yang menggunakan produk dan jasa keuangan syariah.

"Nah ini tentu saja menjadi tantangan buat kita seluruhnya untuk bisa memajukan secara bersama-sama keuangan syariah khususnya di Jawa Barat," tukas Sarwono.

Oleh karena itu melalui kegiatan pameran keuangan syariah yang diselenggarakan dan diinisiasi oleh OJK, bekerjasama dengan industri jasa keuangan tentu saja menjadi sarana yang sangat baik dan relevan dalam upaya semakin memajukan dan memperkenalkan produk dan jasa keuangan syariah kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini masyarakat kita khususnya di Jawa Barat, khususnya di Cirebon semakin mengenal keuangan syariah, menjadi pelengkap produk jasa keuangan yang sudah disediakan oleh perbankan konvensional," ungkapnya.

Data OJK per Juni 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp1.022,24 triliun dengan proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp387,87 triliun, INKB syariah sebesar Rp97,61 triliun dan pasar modal syariah mencapai sebesar Rp536,76 triliun. (DRI)

Loading Komentar....