fajarnews

Bi Bosih, Penjual Kuliner Jadul Yang Tetap Bertahan

Redaksi : Andriyana | Rabu, 26 Juli 2017 | 00:15 WIB

MUNADI
Bi Bosih pejual jajanan tutut di sekitar pasar mambo, Majalengka.

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Masyarakat Majalengka tentu sudah sangat akrab dengan kuliner yang satu ini. Kuliner yang harus dimakan dengan teknik di cungkil atau disedot langsung ini merupakan makanan favorit di era tahun 80-90an.
   
Bi Bosih, begitu sapaan akrabnya adalah salah satu penjaja tutut atau keong sawah yang sudah lebih dari 20 tahun menjual makanan unik tersebut di kawasan pasar Mambo Majalengka. Ia biasanya menjajakan dari sejak sore sekitar pukul 14.00 hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB
    
Pada era tahun 80 sampai 90an, dimana masa itu Bioskop Istana Bintang sebagai titik hiburan paling dicari, sehingga kawasan pasar mambo begitu sangat ramai.

Dan salah satunya kuliner tutut lah yang merupakan kudapan wajib bagi warga Majalengka yang sengaja membeli atau yang tadinya hanya sekedar jalan jalan saja menikmati hiburan sore dan malam hari.
    
Menurut Bi Bosih, pada masa itu tutut sangatlah laris manis, dengan harga yang relatif murah semua orang bisa menikmati makanan bercangkang keras tersebut yang dimasak dengan paduan rempah rempah khasnya
    
Dan kini Tutut masih bertahan ditengah merebaknya kuliner baru yang saling bersaing dengan ketat, namun wanita tua penjual tutut masihlah tetap bertahan dengan dagangannya tersebut.

“Ya rejeki gak kemana, saya berjualan tutut sudah sangat lama, dari sejak jaman Bioskop masih ada, hingga saat ini,” tuturnya.   

Meskipun kuliner yang satu ini tengah berada ditepi jaman, namun masih tetap layak dijadikan kudapan khas masyarakat Majalengka.

MUNADI

Loading Komentar....