fajarnews

Pasokan Elpiji 3 Kg Untuk Ciayumajakuning Ditambah Hingga 800 Persen

Redaksi : Andriyana | Kamis, 22 Juni 2017 | 03:07 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - PT. Pertamina (Persero) memprediksi terjadi peningkatan konsumsi pengunaan gas elpiji 3 kg yang cukup tinggi pada momen libur lebaran Idul Fitri tahun ini. Hal itu dikarenakan pada liburan lebaran tahun ini bersamaan waktunya dengan libur anak sekolah jelang tahun ajaran baru.

Sales Executive LPG Region X PT. Pertamina, Endra Rachamawan mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi gas elpiji, pihaknya telah menyiapkan tambahan pasokan 675 sampai 800 persen untuk wilayah Ciayumajakuning meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

“Sudah kami antisipasi karena memang lebaran kali ini bersamaan dengan libur anak sekolah dan juga terkait dengan edaran pemerintah mengenai cuti bersama, sehingga orang yang stay di daerah ini waktunya lebih lama dibandingkan tahun lalu.” kata Endra, Rabu (21/6).

Dari alokasi harian (reguler) untuk Ciayumajakuning sebanyak 120.000 tabung akan ditambahkan 600 sampai 800 kali lipat. Sehingga total tambahan gas elpiji 3 kg yang siap digelontorkan mencapai 1,4 juta tabung.

“Kalau bicara harian kami yaitu 180 ribu tabung. Itu kami tambah 800 kali lipat yang kami sebar mulai H-7 sampai H+7. Jadi 1,4 juta tambahan itu terutama di H-7 sampai H+7. Itu fokus penambahan kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut Endra menjelaskan, besarnya prosentase tambahan alokasi akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan konsumsi elpiji di daerah tersebut. Alokasi terbanyak, kata dia yaitu Kuningan yang mencapai 800 persen.

“Alokasi terbanyak daerah Kuningan karena sebagai daerah tujuan wisata. Kalau daerah lain 675 persen itu sudah lebih besar porsinya dari tahun lalu. Tahun lalu itu hampir 600 persen. Untuk tahun ini kami salurkan hingga 675 persen,” jelasnya

Ditambahkan Endra, harga normal gas elpiji bersubsidi ini sampai di level pangkalan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.000. Dengan adanya tambahan penyaluran hingga 800 persen ini ia berharap tak ada lagi cerita kelangkaan.

Kalaupun terjadi, kata dia, hal itu dimungkinkan akibat keterlambatan pengiriman karena faktor kemacetan arus lalu lintas yang biasanya terjadi di jalur wisata.

“Kalaupun terjadi itu pasti karena faktor macet tadi yang diluar prediksi kami. Paling itu yang kemungkinan perlu kita waspadai,” tegasnya.

Namun untuk menghindari hal itu pihaknya telah menyiapkan pengiriman malam hari. “Kalaupun ternyata kondisinya macet seperti misalkan pengiriman ke Kuningan, yang biasanya sejam sudah nyampe ini bisa 3 jam itu kami siasati dengan pengiriman-pengiriman stok di malam hari,” tambahnya. (DRI)

Loading Komentar....