fajarnews

Sensus Ekonomi 2016, BPS Catat 38.799 Usaha Mikro Kecil di Kota Cirebon

Redaksi : Andriyana | Rabu, 14 Juni 2017 | 22:35 WIB

Fajarnews.com, CIREBON - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat hasil listing pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2016. Dari hasil listing tersebut tercatat ada sebanyak 40.224 Lapangan Usaha di Kota Cirebon. Jumlah itu terbagi dalam dua klasifikasi usaha, yaitu Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha Menengah Besar (UMB).

“Hasil Listing Sensus Ekonomi 2016 kemarin untuk wilayah Kota Cirebon menghasilkan angka Usaha Mikro Kecil sebanyak 38.799, dan untuk Usaha Menengah Besar sekitar 1.425. Jadi totalnya ada 40.224 kegiatan usaha yang ada di Kota Cirebon,” kata Kasi Distribusi BPS Kota Cirebon, Wawan Rusmana kepada fajarnews.com, Rabu (14/6).

Menurutnya, tujuan listing ini adalah untuk mengcover kegiatan-kegiatan usaha yang dipilah berdasarkan kategori-kategori usaha (UMK dan UMB). Selain itu, listing ini juga mencatat ketenagakerjaan.

Dari sisi jumlah tenaga kerja (Naker) hasil listing SE 2016 di Kota Cirebon BPS mencatat sebanyak 120.593 Naker yang meliputi 82.992 Naker UMK dan 37.547 Naker UMB.

Wawan mengatakan, dari hasil pemetaan listing ini akan ditindaklanjuti dengan SE lanjutan yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan kedepan. Petugas pencacah BPS akan kembali mendatangi responden.

Pencacahan akan dilakukan secara sampel berdasarkan frame hasil listing SE 2016. BPS menargetkan pelaksanaan SE 2016 akan mendapat hasil akhir secara keseluruhan pada Desember 2017 nanti.

Kepala BPS Kota Cirebon, Imron Budianto membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pendataan SE lanjutan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 mendatang. Sebelum pelaksanaan SE lanjutan, akan ada pembekalan pelatihan di bulan Juli bagi para petugas pencacah yang akan diterjunkan.

“Kalau pelaksanaannya bulan Agustus. Tapi kalau pelatihan-pelatihannya bulan Juli,” kata Imron.

Metode pendataan pada SE lanjutan ini berbeda dengan listing yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada SE lanjutan, dari jumlah UMK sebanyak 38.799, BPS hanya akan mengambil sampel UMK sebanyak 3.570 saja. Namun untuk UMB akan dilakukan SE lanjutan sesuai jumlah hasil listing tahun 2016 yaitu sebanyak 1.425 usaha/perusahaan.  

Imron menjelaskan, pada survey listing hanya memilah usaha berdasarkan golongan atau kategori usaha UMK dan UMB. Pertanyaan kuisioner yang diajukan petugas pencacah kepada responden pada listing kemarin tak sebanyak yang diajukan pada pendataan SE lanjutan nanti.

“Yang ditanya relatif lebih banyak. Kalau lsiting kemarin cuma selembar, diantaranya mencatat identitas dan aktifitas usaha. Kalau yang sekarang (kuisioner SE lanjutan) ada 15 lembar,” papar Imron. (DRI)
 

Loading Komentar....