fajarnews

HMI dan KAHMI Kota Cirebon Dorong Kadernya Jadi Entrepreneur

Redaksi : Andriyana | Minggu, 11 Juni 2017 | 23:14 WIB

EKO
Ketua Presidium KAHMI Kota Cirebon dan pengusaha property Prof DR H Cecep Sumarna berbicara di hadapan ratusan kader HMI dan KAHMI saat acara buka bersama, Sabtu (10/6)

Fajarnews.com, CIREBON - Perkembangan pembangunan di wilayah 3 Cirebon mendorong masyarakat untuk kreatif dalam menyikapinya, jika tidak ingin hanya menjadi bagian dari kaum komsumtif.

Kondisi tersebut tampaknya dirasakan betul oleh Ketua Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Cirebon, dr H Asad, Sp.THT.KL yang belakangan ini giat mendorong para kadernya untuk menjadi para entrepreneur.

Hal itu juga seperti yang diungkapkannya dalam acara buka bersama KAHMI Wilayah 3 Cirebon yang berlangsung di RM Kampung Bima Kota Cirebon, Sabtu sore (10/6).

Dalam acara yang dihadiri ratusan alumni HMI wilayah 3 Cirebon dan para aktivis HMI Kota dan Kabupaten Cirebon tersebut, dilakukan testimoni oleh seorang KAHMI yang jadi pengusaha dan juga guru besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof DR H Cecep Sumarna, MAg.

Ketua Presidium KAHMI Kota Cirebon, dr H Asad, Sp.THT.KL dalam sambutannya mengatakan, Cirebon saat ini telah menjadi daerah perdagangan jasa yang cukup maju sehingga menjadi tujuan masyarakat dari berbagai wilayah.

Kemajuan tersebut harus disikapi dengan jiwa kreativitas para aktivis dan alumni HMI agar mampu menjadi bagian yang memiliki peran dalam kemajuan pembangunan dan ekonomi tersebut jika tidak ingin jadi bagian kaum konsumtif.

“Seiring majunya pembangunan Kota Cirebon, menyebabkan daerah ini menjadi salahsatu pusat perdagangan dan jasa yang sangat penting bagi beberapa daerah penyangga di wilayah 3 Cirebon dan Berebes. Kemajuan ini tentu saja membuka peluang bagi siapapun yang memiliki jiwa kreativitas sebagai lahan untuk turut ambil bagian dalam bisa perdagangan tersebut,” jelas dr Asad yang juga sebagai Direktur RS Permata Cirebon itu.

Menurutnya, dalam upaya menyikapi perkembangan pembangunan dan perekonomian di wilayah Cirebon ini, pihaknya bersama beberapa tokoh di Cirebon, termasuk Sultan Sepuh Kasepuhan Cirebon telah membentuk lembaga usaha berupa Koperasi Konsumen Mandiri Indonesia Madani.

Koperasi tersebut selain bergerak di bidang perdagangan barang-barang kebutuhan pokok, juga sebagai perusahaan distribusi barang bagi rekanan usaha di berbagai wilayah.

Sementara itu pengusaha yang juga guru besar IAIN Cirebon, Prof DR H Cecep Sumarna, MAg mengatakan, entrepreneur selama ini selalu diidentikan dengan seseorang yang melakukan usaha perdagangan atau pedagang.

Pemahaman tersebut sangatlah keliru, karena yang namanya entrepreneur adalah orang yang siap tidak hidup tenang karena selalu memikirkan bagaimana mengasah kreativitasnya untuk mengambangkan usaha dan memikirkan nasib orang banyak yang menjadi karyawannya.

Dikatakan Cecep, untuk menjadi seorang entrepreneur tidaklah mudah karena harus benar-benar teruji dan terasah kemampuannya dalam menjalankan sebuah usaha yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Siapapun dapat menjadi seorang entrepreneur asalkan ada kemauan untuk memulai dan terus mengasahnya dengan menjalankan usaha apapun dan tidak pernah berhenti untuk berkarya yang dapat membawa manfaat bagi orang banyak.

EKO WASKA

Loading Komentar....