fajarnews

Kenaikan Harga Gabah Pengaruhi Harga Beras di Pasaran

Redaksi : Andriyana | Sabtu, 10 Juni 2017 | 01:58 WIB

ABR
Petani di Kecamatan Maja sedang melakukan panen. Sejak satu bulan terakhir harga gabah mengalami kenaikan yang berimbas pada harga beras di pasaran

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Sejak sebulan terakhir harga Gabah Kering Giling (GKG) terus mengalami kenaikan yang berdampak. Kenaikan ini berdampak pada merangkaknya harga beras di pasaran.

Pemilik penggilingan padi di Desa Maja Utara, Adi mengatakan, kenaikan harga gabah sejak satu bulan terakhir itu terjadi secara bertahap. “Naiknya mulai pertengahan Mei lalu memang tidak sekaligus, dan sekarang sudah berada diangka Rp480 ribu perkwintal,” ungkapnya.

Kenaikan harga gabah berimbas pada naiknya  harga beras. Menurut  Adi kenaikan harga beras saat ini bukan karena bulan puasa atau  menjelang Lebaran. Kenaikan  harga beras di pasaran lebih disebabkan oleh naiknya  pembelian gabah dari petani.

“Bukan karena puasa atau Lebaran, harga beras sebenarnya sudah mulai naik sebelumnya, karena adanya kenaikan harga gabah,” tuturnya.

Karena adanya kenaikan harga gabah, rata-rata pemilik penggilingan, kata Adi, sekarang menjual beras dalam kemasan 25 kg sebesar Rp 225 ribu. Padahal sebelumnya beras kualitas standar itu hanya dijual Rp 210 ribu.

“Kenaikan harga gabah disebabkan karena belum semua petani melakukan panen. Sebagain lagi karena adanya gagal panen pada musim tanam sebelumnya sehingga persediaan gabah kering siap giling tidak banyak,” jelasnya.

Tingginya harga gabah kering disambut baik oleh petani. Meski  demikian mereka tidak yakin harga tersebut akan bertahan lama, karena di beberapa daerah  dalam waktu dekat akan sudah banyak petani yang melakukan panen. Bila sudah memasuki masa panen, harga kembali melorot.

“Tentu senang dengan harga gabah sekarang ini, dengan harga diatas Rp 460 ribu perkwintal,petani masih bisa menikmati keuntungan,” kata Ucu, petani di Kecamatan Maja. (ABR)

Loading Komentar....