fajarnews

Krey Bambu asal Bodelor Tembus Pasar Luar Negeri

Redaksi : Andriyana | Selasa, 6 Juni 2017 | 23:29 WIB

IBNU
Perajin Krey, Ibu Teni, sedang ngisik bambu sebagai proses tahapan pembuatan krey di rumahnya, Selasa (6/6)

Fajarnews.com, CIREBON - Dulu para pejuang merebut kemerdekaan Indonesia  hanya dengan sebatang Bambu. Bambu runcing sebagai alat atau senjata yang digunakan oleh para pejuang kemerdekaan negara Indonesia.

Pasca kemerdekaan, kini bambu tidak lagi digunakan sebagai senjata, namun digunakan sebagai bahan kerajinan tangan, salahsatunya Krey Bambu.

Desa Bodelor merupakan desa yang terkenal dengan kerajinan Krey Bambu. Desa Bodelor, Kecamatan Plumbon menjadi pusat pembuatan atau produsen krey yang cukup terkenal di Kabupaten Cirebon. Desa ini juga menjadi salah satu desa tujuan wisata kerajinan di wilayah Cirebon.

Menurut perajin sekaligus pemilik usaha krey bambu, Ibu Teni, produksi krey Desa Bodelor sudah tembus hingga beberapa negara di Eropa.

“Saya sedang membuat krey Mas, menggunakan bambu hitam. Sekarang sedang banyak pesanan juga dari luar negeri,” kata Teni saat ditemui di Jalan Nyi Mas Wanawati, Sukun Lor Bodelor, Kecamatan Plumbon RT 7 RW 2, Kabupaten Cirebon, Selasa (6/6).

Teni menambahkan, ada sekitar 15 orang perajin yang membantu pembuatan kerajinan krey ini. Saat ditemui fajarnews.com, jumlah perajin yang ada hanya 2 orang.

“Dikerjakan di rumahnya masing-masing mas. Kalau udah selesai nanti dikirim langsung ke sini,” ujar Teni.

Hasil produksi krey, kata Teni, tidak hanya dipasarkan di wilayah Cirebon melainkan juga dikirim diberbagai kota di Indonesia. “Dikirim juga ke Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Sumatera. Biasa pake mobil yang gede, mobil kontainer di tahun lalu. Tahun ini juga banyak pesanan,” jelasnya.

Usaha yang diwariskan dari orang tuanya ini, kini telah banyak berinovasi dalam pembuatan krey. “Saat ini, krey yang dibuat tidak hanya dari berbahan dasar bambu, ada juga dari kayu dan plastik sintetis. Tapi kebanyakan membuat dari bahan dasar bambu, untuk bahan lain dibuat sesuai pesanan saja,” ucapnya.

Usaha krey bambu dirintis sejak tahun 2000 hingga sekarang tidak mengalami pasang surut seperti usaha-usaha lainnya. “Dulu saya sempet juga usaha sembako terus bikin krey. Usaha ini (krey) itu usaha yang jalan terus gak pernah siyep, mau panas mau hujan,” tegasnya.

IBNU

Loading Komentar....