fajarnews

Angkutan Lebaran 2017, Daop 3 Siap Operasikan 79 Gerbong KA

Redaksi : Andriyana | Rabu, 31 Mei 2017 | 14:43 WIB

Ist
-

Fajarnews.com, CIREBON - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon telah menyiapkan 79 gerbong Kereta Api (KA) dan 16 Lokomotif guna mendukung operasional Angkutan Lebaran 2017. Hal tersebut disampaikan Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro, Selasa (30/5).

Menurutnya, untuk persiapan arus mudik angkutan lebaran, dari sisi armada, PT KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan 16 lokomotif dan 79 kereta penumpang dalam kondisi siap operasi, termasuk KA Cireks (Cirebon Ekspres) dan Argo Jati. Adapun jumlah tempat duduk (seat) yang tersedia mencapai 83.224 seat perharinya.

“Jumlah tempat duduk yang tersedia secara keseluruhan untuk wilayah Jawa yaitu 1.131.524 seat, dari kelas Ekonomi sampai Eksekutif. Dan untuk KA Tambahan secara keseluruhan 397.828 seat. Kalau KA Daop 3 Cirebon sendiri 83.224 seat tersedia tiap harinya,” jelas Krisbiyantoro.

Masa Angkutan Lebaran 2017 akan beroperasi mulai H-10 sampai H+10. Saat ini, tiket KA yang sudah terjual secara keseluruhan untuk wilayah lintasan KA di Jawa baru sekitar 54 persen baik untuk arus mudik maupun arus balik lebaran. Sedangkan untuk KA tambahan baru 45 persen dari H-10 sampai H+10.

“Mulai tanggal 16 sampai 26 Juni untuk arus mudik sudah habis. Dan untuk arus balik mulai tanggal 27-28 Juni sampai dengan tanggal 6 Juli rata-rata habis. Terutama kelas ekonomi itu habis duluan,” pungkasnya.

Selain menyiapkan armada, PT KAI Daop 3 Cirebon juga telah menyiapkan puluhan petugas pemeriksa jalur rel kereta api atau petugas penilik jalur (PPJ) yang akan diterjunkan ke beberapa titik daerah rawan karena faktor alam seperti daerah rawan longsor.

Krisbiyantoro menyebutkan, pihaknya akan menambah dua kali lipat jumlah petugas pemeriksa jalur rel yang akan disiagakan mulai 15 Juni 2017.

“Kami menambah petugas yang berjalan kaki memeriksa jalan rel dari yang tadinya sudah ada 57 personil ditambah 57 lagi. Yang tadinya sehari cuma sekali, sekarang sehari jadi dua kali pemeriksaan, pagi dan sore,” paparnya.

Disebutkan, beberapa titik daerah rawan gangguan alam itu antara lain di titik antara Jatibarang – Telagasari. Kemudian di titik Luwung – Sindanglaut, dan Sindanglaut – Ciledug. “Untuk di Jatibarang – Telagasari itu labil tanahnya, lembek.

Kemudian di Luwung – Sindanglaut terdapat 1 titik  rawan longsor. Begitu juga di Sindangglaut – Ciledug terdapat 2 titik rawan longsor,” jelas Krisbiyantoro. (DRI)

Loading Komentar....