fajarnews

Harga Daging Sapi dan Sayur Mayur di Majalengka Merangkak Naik

Redaksi : Andriyana | Senin, 29 Mei 2017 | 22:41 WIB

MUNADI
Pembeli mengeluh karena kebutuhan pokok mulai merangkak naik sejak awal bulan puasa

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Memasuki pekan pertama Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok di Kabupaten Majalengka sudah mulai terpantau naik. Diantara bahan kebutuhan pokok yang sudah naik harganya adalah daging sapi.

“Sejak hari pertama puasa, harga daging sapi sudah naik menjadi Rp 100.000 dari sebelumnya Rp 85.000 per kilogram sekarang sudah mencapai Rp. 100.000 per kilogram,” kata Udin, salah satu pedagang daging di Pasar Tradisional Ciborelang, Senin (29/5).
   
Dikatannya kenaikan harga daging sapi dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya kebutuhan daging yang meningkat selama bulan puasa ditambah stok daging sapi mulai berkurang.

Dirinya memperkirakan harga daging sapi menjelang Lebaran bisa mencapai Rp 120.000 per kilogram, bahkan lebih dari nominal itu.

Dia juga mengatakan setiap hari rata-rata bisa menjual dua kwintal daging sapi. Namun, selama Ramadhan biasanya dia bisa menjual sampai 5 kwintal daging sapi. Artinya kebutuhan akan daging sapi selama bulan puasa meningkat drastis.


Selain daging sapi, kata Udin, kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam potong dan telur. Daging ayam potong yang biasa dia jual seharga Rp 30.000 per kilogram, sekarang sudah dijual dengan harga Rp 35.000 bahkan Rp 38.000 per kilogram. 

Adapun telur, imbuh Udin, harganya sudah naik menjadi Rp 20.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 19.000 per kilogram.
    
Harga sayur-mayur juga terpantau mengalami kenaikan. Kholik, salah satu pedagang sayur di pasar yang sama mengatakan harga beberapa sayuran seperti tomat sudah mulai naik bahkan sejak sebelum Ramadhan.

Menurutnya saat ini kentang mengalami kenaikan harga mencapai Rp 2000,- untuk setiap kilogramnya, atau mencapai Rp 6.000/kg untuk partai besar, padahal sebelumnya kentang hanya mencapai Rp 4.000/kg.
   
Di tingkat pengecer di pasar tradisional harga kentang kini telah mencapai Rp.8.000,-/kg, sedangkan kentang lokal masih mencapai Rp 6.000,-/kg.

Demikian juga dengan wortel yang semula hanya Rp 4.000,-/kg kini naik menjadi Rp 6.000,-/kg, pecay yang semula hanya Rp 4.000,-/kg kini naik menjadi Rp 6.000,-/kg.
 “Sebenarnya kasihan pembeli harga naik ini, tapi kami terpaksa menaikan harga karena dari pemasoknya juga naik,” imbuh Kholik.
    
Terpisah, Ratna ibu rumah tangga asal Desa Ligung mengaku pusing manakala memasuki bulan puasa. Hal ini dikarenakan semua kebutuhan pokok seperti daging, telor sayur mayur dan yang lainnya pada naik. Ia berharap pemerintah bisa menekan agar kebutuhan pokok ini tidak naik secara darstis.

MUNADI

Loading Komentar....