fajarnews

Kursi Raja Tegalwangi, Simbol Kebangkitan Rotan Cirebon

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 23 Mei 2017 | 11:15 WIB

Ibnu
Dari kiri ke kanan, Kuwu Desa Tegalwangi, Asun, Kadir, dan Yosef Anandi.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Karnaval yang telah diselenggarakan di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu dengan Kursi Raja dari rotan sebagai simboliknya memiliki makna mendalam bagi dunia usaha yang berbahan dasar dari rotan.

Banyaknya partisipasi dari warga desa dalam rangkaian acara karnaval tersebut menambah semarak dan kemeriahan.

Tujuan diselenggarakannya karnaval sendiri yakni untuk membangkitkan kembali Raja Rotan Cirebon yang sudah lama tertidur. Selama satu bulan lamanya, pembuatan Kursi Raja dapat terselesaikan.

Kursi besar tersebut merupakan hasil inisiatif dari warga Desa Tegalwangi. Sebagian warga dengan sukarela dan sepenuh hatibergotong-royong membuat kursi yang tingginya mencapai 12 meter tersebut.

 Kerajinan rotan, merupakan jenis mata pencaharian bagi mayoritas warga Desa Tegalwangi. Sejarah mencatat, bahwa istilah Raja Rotan berasal dari sebuah cerita legenda rakyat yang merupakan asal usul dari desa perajin rotan.

Menurut Kuwu Desa Tegalwangi, Asun, Kursi Raja sebagai maskot kebangkitan gairah ekonomi perajin rotan. Ini menjadi suatu momen yang dapat dijadikan acuan bagi usaha kerajinan rotan yang belakangan usaha ini cenderung naik turun.

“Ini menjadi salahsatu potensi dari Cirebon. Sekarang kan ada Kampung Batik, Kampung Kerang, nah ke depannya akan ada Kampung Rotan,” jelas Asun saat ditemui di kediamannya di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Senin (22/5).

Ia mengharapkan, dengan diadakannya acara ini akan menambah optimisme dalam mengembalikan usaha rotan. Selain itu, menjadi suatu bentuk kesiapan dari Desa Tegalwangi untuk menyambut era perekonomian yang sedang bangkit di wilayah Cirebon, seperti akan adanya Bandaraudara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Kesiapan kita tentu dari produk yang akan ditawarkan, selain infrastruktur sedang dipersiapkan. Kita juga sedang pikirkan untuk membuat sentral rotan yang ada showroom, museum, tempat belanja, pembuatan produk rotan, bahkan lokasi parkir yang disatukan dalam satu tempat,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai hal tersebut, pihaknya sedang membenahi dan melakukan persiapan lanjutandengan sebaik mungkin agar dapat terwujud sesuai dengan keinginan.

“Kita menawarkan produk-produk rotan, membutuhkan bahan baku.Rotan itu hanya ada di Indonesia, tapi kita sedang terkendala dengan bahan baku itu,” tegasnya. (Ibnu)

Loading Komentar....