fajarnews

Industri Rumahan Butuh Modal dan Pendamping 

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 23 Mei 2017 | 08:05 WIB

Ibnu
Fathonah salah seorang perajin rotan rumahan yang sudah lama menggeluti dunia usaha tersebut bersama keluarganya.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Modal masih menjadi permasalahan klasik dalam menjalankan usaha, terutama bagi pelaku usaha rumahan atau home industry. Salah satunya seperti yang dialami pemilik usaha rotan rumahan, Fathona.

Usaha rumahan di bidang kerajinan rotan tersebut sudah dijalankan Fathonah sejak tahun 1993 silam. Dalam perjalanannya, banyak mengalami pasang surut seperti sulitnya bahan baku atau modal usaha.

Memang, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon sudah dikenal sebagai sentra industri rotan, baik skala rumahan maupun pabrik. Bahkan, pangsa pasarnya pun sudah menjelajah ke Asia dan Eropa. Namun dibalik kemewahan itu terselip kisah perajin rotan yang masih terkendala dalam urusan modal.

Produk-produk yang dihasilkan dari bengkel rotan Fathona seperti Kursi Tamu dan Meja Set. Ada juga produk yang dibuat dengan menerima pesanan sesuai dengan keinginan konsumen.

“Produk rotan yang ada memang sama dengan lainnya, tapi kita juga melayani permintaan unuk produk lainnya,” kata Fathona saat bercerita dibengkel rotan miliknya di Jalan Jalinan, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, kemarin.

Dari usaha yang dijalankan sejak sekitar 20 tahun lalu, Fathonah menambahkan bahwa hasil produk rotannya dipasarkan untuk penjual lokal.

“Dalam sehari paling sejadinya saja, paling 4 set. Tapi sekarang lagi rame, dari 3 bulan sebelum lebaran. Ibu sih bukan untuk pabrik, kaki limaan saja. Gak ngambil buat ekspor, ya modal kecil-kecilan,” ujar Farthonah kepada fajarnews.com, kemarin.

Dikatakan Fathonah, usaha yang dijalankannya mendapat suplai kebutuhan modalnya dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan menggunakan modal dengan sebaik-baiknya. Karena modal yang didapatkan tidak banyak, hanya agar usaha yang dijalankan tetap berjalan.

“Mulai dari tahun 93 modal yang dikasih Rp 2,5 Juta terus naik 3 juta, 5 juta sampai sekarang 10 juta satu tahun aja. Ini terpaksa untuk modal aja dek,” tandasnya. (Ibnu)

Loading Komentar....