fajarnews

Harga Barang Komoditas Masih Relatif Stabil

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 19 Mei 2017 | 13:25 WIB

Andriyana
Seorang pedagang sembako di Pasar Kanoman. Pemkot Cirebon akan memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar hingga H+7 setelah Idul Fitri.*

Fajarnews.com, CIREBON- Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Ir. Yoyon Indrayana mengatakan, hasil pemantauan sidak ke sejumlah pasar tradisional pada Kamis (16/5), harga-harga barang komoditas masih relatif stabil.

Namun begitu, pemerintah daerah melalui dinas terkait akan terus melakukan sidak untuk memantau pergerakan harga komoditas di pasar sampai H+7 Lebaran Idul Fitri nanti.

Hal itu ditegaskan Yoyon usai sidak ke sejumlah pasar tradisional dan rapat bersama TPID se-Ciayumajakuning di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, kemarin.

“Sidak ini tidak saja berhenti disini, akan ditindaklanjuti oleh tim kecil dari dinas perdagangan dan perekonomian Setda yang akan memantau pergerakan harga di lapangan sampai H+7 setelah Idul Fitri. Jadi kami tidak berhenti sampai disini,” tegasnya.

Diakuinya, hasil sidak pasar kemarin, untuk komoditas bawang putih khususnya memang terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan. Namun kenaikan harga bawang putih itu tidak saja terjadi di Kota Cirebon, tapi terjadi juga di seluruh daerah.

“Kalau yang lain-lainnya relatif stabil, baik beras, daging ayam maupun daging sapi relatif stabil, cabai juga seperti itu. Jadi Insya Allah kondisi di Kota Cirebon kestabilan harganya terjamin. Kemarin juga waktu rapat di propinsi inflasi kita tergolong rendah,” ungkapnya.

Yoyon menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon juga berencana akan memanfaatkan cadangan beras pemerintah daerah sebanyak 7 ton. Cadangan beras ini dibiayai oleh pemerintah daerah yang ditujukan ke Bulog.

“Kami juga ada cadangan beras. Rencananya mau kami keluarkan juga kurang lebih 7 ton,” jelasnya.

Selan itu, tambahnya, sebagian anggaran Bantuan Walikota (Bawal) akan dialokasikan untuk meningkatkan pemberdayaan Ibu-ibu rumah tangga melalui penghijauan tanaman pangan di pekarangan rumah.

“Entah itu hidroponik maupun tanaman pot, khususnya tanaman-tanaman seperti cabai merah yang cukup signifikan juga kenaikannya. Bahkan dari hasil TPID itu ternyata Ibu-ibu yang menanam cabai di rumah itu bisa menghemat belanjanya,” jelasnya. (Andriyana)

Loading Komentar....