fajarnews

Harga Bawang Putih, Telur dan Daging Ayam Naik Signifikan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 17 Mei 2017 | 09:55 WIB

Hasan Hidayat
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid berbincang dengan salah seorang pedagang daging saat melakukan pemantauan harga di Pasar Jagasatru Kota Cirebon, Selasa (16/5).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Hingga H-10 Ramadhan, secara umum belum ada kenaikan harga yang signifikan di semua komoditas pangan, termasuk sembilan bahan pokok (sembako).

Hal itu dikemukakan, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid selaku Kepala Tim Satgas Pangan Kota Cirebon, saat melakukan tinjauan harga ke Pasar Jagasatru, Kota Cirebon, Selasa (16/8).

Dikatakan Adi, dalam pantauannya hanya tiga komoditas yakni bawang putih, telur ayam dan daging ayam potong yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Bawang putih naik Rp 15 ribu, dari harga sebelumnya Rp 30 ribu/kg menjadi Rp 45 ribu/kg, telur ayam naik Rp 3 ribu dari Rp 18 ribu menjadi Rp Rp 21/kg dan daging ayam naik Rp 4 ribu dari Rp 28 ribu/kg menjadi Rp 32 ribu/kg-nya.

“Harga yang lain masih harga normal, belum ada kenaikan yang signifikan,” kata Adi, seusai memantau harga.

Menurut Adi, pihaknya akan secara rutin melakukan pemantauan setiap hari. Dikatakannya, Tim Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan kepala pasar. “Apabila ada kenaikan harga yang cukup signifikan, kami akan langsung menuju lokasi ataupun langsung ke pedagang dan distributornya,” katanya.

Hal itu, lanjut Adi, dilakukan untuk mengecek alasan yang menyebabkan terjadi kenaikan harga. Pihaknya juga akan menelusuri penyebab kenaikan harga tersebut.

“Apakah dari stoknya atau jalur pengirimannya terhambat, bahkan apa ada penimbunan, kami akan melakukan penulusuran mendalam soal ini. Namun hari ini Alhamdulillah belum ada kenaikan yang signifikan. Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi, mudah-mudahan bulan puasa ini tidak ada kenaikan harga, yang pada akhirnya menimbulkan  kerugian di masyarakat secara umum,” katanya.

Ia pun mengimbau para pedagang agar menyampaikan informasi ke kepala pasar apabila ada informasi kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Nantinya informasi itu akan diteruskan oleh kepala pasar ke Tim Satgas Pangan. Tim ini secara khusus akan memantau perkembangan harga sembako menjelang bulan Ramadhan sampai Lebaran,” ujarnya.

Lebih lanjut Adi menegaskan, kalau nanti terbukti adanya penimbunan, pihaknya tidak segan-segan melakukan penindakan.

“Baik orang per orang, badan usaha atau perusahaan yang melakukan penimbunan yang mengakibatkan harga sembilan bahan pokok naik, akan kami tindak tegas,” katanya.

Menurut Adi, pihaknya tim yang dipimpinnya itu, tidak bertugas melakukan pengendalian harga bahan pokok. Pihaknya, hanya sekadar memantau dan mengumpulkan informasi kenaikan harga yang timbul akibat aksi penimbunan barang dan mencari para pelakunya.

“Yang melakukan pengendalian terhadap bahan pokok itu tim dari pemerintah,” ujarnya.

Adi mengungkapkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasikan penimbunan barang, namun berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya pihaknya selalu menemukan tindak penimbunan.

“Alasan dari para pedagang yang melakukan penimbunan memang mencari keuntungan,” pungkasnya.

Setelah meninjau harga di Pasar Jagasatru, Tim Satgas Pangan melanjutkan pemantauan ke Pasar Kanoman. (Hasan Hidayat/Agus Didi)

Loading Komentar....