fajarnews

Pengusaha Garam Kecantikan dan Kesehatan Terkendala BPOM

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 18 April 2017 | 13:05 WIB

Irgun
Septi Ariyani memperlihatkan produk garam isolator yang dikemas apik dan bernilai tinggi bagi kesehatan dan kecantikan.*

Fajarnews.com, CIREBON- Siapa sangka garam yang sebagian orang hanya digunakan untuk memasak, ternyata bisa disulap menjadi sebuah produk terapi kesehatan dan kecantikan bernilai jual tinggi. Setidaknya usaha itulah yang sekarang tengah digeluti Septi Ariyani.

Pengusaha muda ini melabelkan produknya Rama Shinta sejak 2015. “Rama Shinta itu lambang cinta. Jadi saya berharap produk ini dapat mencipatakan cinta kasih semua manusia karena produk mempunyai manfaat yang besar,” tuturnya saat ditemuai di rumah produksi di Desa Grogol No.11, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Dikatakannya, bahan baku garam ini diproduksi dari tambak sendiri di Desa Pangenan, Rawaurip, Bendungan, Kabupaten Cirebon. Dengan menggunakan teknologi media plastik Isolator bantuan dari Kementrian Kelauatan dan Perikanan. “Sehingga garam yang dihasilkan berkualitas tinggi, putih bersih dan higienis yang disebut garam isolator.  Inilah bahan baku produk kesehatan dan kecantkan kami,” jelas Septi.

Lanjutnya, dengan sentuhan teknologi dan packaging membuat produk ini terlihat unik dan cantik sehingga dapat meningkat nilai jual garam itu sendiri. “Garam yang harganya murah setelah diolah dengan teknologi dan packaging menjadi lebih mahal,” ucap wanita berhijab ini.

Selain itu kata dia, bahan baku garam di Cirebon sangat melimpah sehingga soal bahan baku tidak menjadi kendala. “Pangsa pasarnya pun masih luas. Mungkin kita masih awam mandi dengan menggunakan garam isolator, tetapi di Eropa dan Amerika mandi garam sudah biasa dilakukan karena manfaat untuk kesehatan sangat besar,” jelasnya.

Produk garam yang sudah diproduksi dan dipasarkan terdri dari face scrub, body scrub, expresso foot salt, lulur mandi green tea dan face toner. “Garam yang telah dikemas itu banyak manfaatnya sebagai relaksisasi tubuh, membersihkan wajah, membuang racun dalam tubuh, mengharumkan tubuh dan banyak lagi manfaatnya,” jelas Septi.

Soal harga, ia mengatakan, harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal bahkan sangat terjangkau. Ia menyebutkan harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu tergantung jenis manfaat dan ukurannya.

“Selama ini produk ini telah kami pasarkan melalui jual beli online dan sudah merambah Jawa, Madura dan sebagian Sumatera. Sementara untuk Cirebon belum dipasarkan secara maksimal, mungkin kedepan kami akan optimalkan pangsa pasar Cirebon,” ucapnya.

Dikatakannya, kendala yang tengah dihadapi adalah kesulitan mengurus ijin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena lokasi produk ini berada di kawasan pemukiman penduduk.

“Kami mengerti syarat tersebut tapi karena usaha ini baru memulai. Saya berharap ada pengeculian bagi pelaku UMKM yang belum mapan dan baru memulai berusaha,”  ujar Septi.

Ia berharap Pemkab Cirebon atau dinas terkait untuk mengupayakan pengecualian ijin BPOM karena pihaknya ingin usaha ini bisa diekspor dan bersaing di pasar bebas (MEA). “Tanpa ijin dari BPOM kami tidak bisa ekspor padahal produk ini asli produksi dari bahan baku lokal Cirebon dan pengusahanya juga asli Cirebon,” tandas Septi. (Irgun)

Loading Komentar....