fajarnews

Produk Kerajinan Bambu Kesulitan Pemasaran

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 13 April 2017 | 14:45 WIB

Munadi
Pengrajin bambu di wilayah kerayunan kesulitan memasarkan hasil produknya.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Kabupaten Majalengka merupakan salah satu kabupaten yang sukses mempromosikan sektor pariwisata. Bahkan pengenalan kota 1000 curug, kini mulai banyak dikenal oleh para wisatawan lokal mapun mancanegara.

Namun disisi lain, ada beberapa sektor yang kondisi saat ini belum berkembang, salah satunya yakni sektor kerajinan. Seperti yang diungkapkan salah satu pengusaha kerajinan, Asnawi (32) yang mengungkapkan bahwa sektor tersebut, saat ini kondisinya kurang berkembang.

Bahkan banyak wilayah desa, yang memiliki kerajinan yang terbuat dari bambu, kini terancam gulung tikar dan dirinya menyebutkan salah satu penyebab adanya ancaman tersebut, dikarenakan kurangnya upaya promosi. Bahkan akses jaringan utuk melakukan transaksi penjualan yang dimiliki oleh pengrajin kondisinya saat ini masih sangat terbatas.

"Sehingga, dengan adanya kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, harus segera memberikan perhatian. Diantara membatu mempromisikan hasil kerajinan dan membantu memberikan pebinaan usaha bagi masyarakat yang memiliki bakat membuat kerajinan," ungkapnya kepada fajarnews.com belum lama ini.

Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa, dampak yang akan dirasakan, jika sektor kerajinan yang ada di Majalengka ini berkembang, bukan hanya memberikan kebanggaan bagi kabupaten Majalengka saja, melaikan perekonomian masyarakat juga akan meningkat.

"Karena pada dasarnya, produk kerajinan yang ada di Kota-kota besar yang saat ini sudah terkenal, ini disebabkan adanya upaya promosi, baik melaui media cetak maupun elektronik. Oleh sebab itu saya berharap dalam upaya meningkatkan kualitas usaha dari kerajinan, upaya promosi bisa dilakukan,” jelasnya.

Ungkapan yang sama juga datang dari, Kurniawan (45) salah satu pengrajin bilik dari Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, yang membenarkan bahwa minimnya promosi membuat dirinya tidak banyak memproduksi kerajinan tersebut dan kalaupun banyak membuat kerajinan bilik, ketika ada pesanan saja.

"Jadi saya juga setuju, jika upaya promosi akan kerajinan, bisa terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Karena dampaknya para pengrajin akan banyak mendapat pesanan dan ini sudah pasti , bisa meningkatkan penghasilan masyarakat,” pungkasnya. (Munadi)

Loading Komentar....