fajarnews

Di Tangan Kreatif Sapu Tabo Dilukis Menjadi Menarik

Redaksi : Andriyana | Senin, 10 April 2017 | 07:45 WIB

MUNADI
Priyatna melukis sapu tabo menjadi lebih menarik

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Seiring perkembangan jaman yang sudah mulai pesat, para pengrajin sapu kapas atau sapu tabo sudah mulai di tinggakan oleh para konsumennya. Hal tersebut membuat prihatin para kalangan anak muda yang berasal dari Blok Minggu Desa Pasir Kecamatan Palasah yang membuat inovasi.

Dari penuturan salah seorang pelukis gagang Sapu, Priyatna mengatakan inovasi tersebut bermula dari komunitas anak muda yang di sebut dengan anak muda Blok Minggu dan seluruhnya (Ambas).

Mereka prihatin dengan produk yang selama ini cenderung monoton dan tidak ada inovasi. Sehingga mereka berpikir bagaimana caranya agar sapu tradisional ini bisa diminati kembali oleh para konsumennya.

Dia juga menjelaskan, sejak dirinya melihat sapu tradisinaol ini kurang di minati konsumen Priyatna langsung berpikir bagaimana caranya biar sapu tabo dari limbah kelapa ini bisa ungggul di pasaran.

Kemudian Priyatna di bantu teman-temannya mencoba untuk megumpulkan kerajinan tangan dari limbah kelapa ini dari para pengrajin di lingkungan sekitar. Setelah itu lalu mereka mencoba untuk melukis di gagang sapu tabo atau sapu kapas.

Alhasil gagasan dari para pemuda ini boleh di anggap sukses, meski cara pemasarannya juga masih menggunakan media sosial.

“Kami memanfaatkan rumah kosong ini untuk dijadikan lading bisnis lukisan. Yang menarik kalau biasanya lukisan menggunakan media kanvas, kami mencoba inovasi dengan melukis di gagang sapu tabo atau sapu kapas,” ujarnya Minggu (9/4).

Dijelaskan Priyatna, proses pembuatan lukisan gagang sapu kapas atau biasa di sebut dengan sapu tabo tidaklah sulit. Ada beberapa tahapan yang harus ditempuh. Awalnya gagang tersebut di ampelas terebih dahulu. Tujuannya agar gagang sapu tersebut terlihat bersih, serta mempermudah ketika membuat sketsa nanti.

Langkah selanjutnya, setelah gagang sapu tersebut di anggap bersih, kemudian mengambil cat dan koas untuk melukis di gagang sapu tersebut. Untuk motifnya sangat beragam, mulai dari motif kartun, bunga, dan manusia.

Selain itu, untuk melukis di gagang sapu tersebut mereka hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam perbijinya. Namun lama tidaknya waktu tersebut juga tergantung dari tingkat kesulitan motif yang dibuat. Sementara untuk harga, mereka mematok dengan harga Rp 25 ribu perbatang.

MUNADI

Loading Komentar....