fajarnews

Bawang Goreng Kuningan Tembus Pabrik Mie Instan

Redaksi : Andriyana | Rabu, 5 April 2017 | 22:40 WIB

IRGUN
Keberhasilan pengusaha bawang goreng Kuningan menembus perusahaan mie instan karena kualitas bawang goreng yang dihasilkan sangat baik karena dikerjakan orang-orang yang berpengalaman

 

Fajarnews.com, KUNINGAN - Sebagai daerah pertanian, Kabupaten Kuningan tak pernah habis menghasilkan sentra industri berbahan sayuran. Salah satunya yang banyak dikenal sejumlah pabrik mie instan di Jawa Timur adalah sentra produksi goreng bawang.

Sebelumnya, produki bawang goreng untuk memenuhi kebutuhan pabrik mie instan didominasi pengusaha asal Kabupaten Brebes. Namun secara perlahan pengusaha bawang goreng Kuningan mulai menjadi pesaing yang diperhitungkan.

Sedikitnya, 80 persen lahan pertanian yang dikelola masyarakat Kuningan, salah satunya penghasil bawang merah dan bawang Sumenep. Sejumlah pengusaha di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan memanfaatkan hasil yang melimpah untuk diolah menjadi bawang goreng.

Karyani, seorang pengusaha bawang goreng yang  telah berhasil dipercaya memasok bumbu bawang goreng ke beberapa pabrik mi instan dan produsen makanan olahan.

Menurutnya, keberhasilan pengusaha bawang goreng Kuningan menembus perusahaan mie instan karena kualitas bawang goreng yang dihasilkan sangat baik karena dikerjakan orang-orang yang berpengalaman.

“Memulai bisnis ini sejak 200 lalu memang tdak mudah. Perlu ketekunan dan kerja keras untuk menembus pasaran bawang goreng yang telah didominasi pengusaha Brebes, Jawa Tengah,” katanya kepada fajarnews.com, Rabu (5/4).

Karyani mengaku menekuni bisnis tersebut banyak belajar dari orang tuanya, H Abun yang sebelumnya telah sukses. “Sejak remaja saya sudah mendapatkan didikan mengenai prinsip bahwa setiap orang harus mampu hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain,” ujarnya.

Prinsip itu ia pegang teguh hingga pada akhirnya Karyani dipercaya memasok beberapa pabrik mie instan dan makanan olahan, yaitu Wings Food, PT Karunia Alam Segar dan PT Prakarsa Alam Segar.

Sayangnya, tidak semua pengusaha bawang goreng sesukses Karyani. Beberapa pengusaha masih mengalami kesulitan memasarkan hasil produksi ke pabrik besar. “Kalau untuk pasar tradisional produksi kami sudah masuk,” kata Didi, pengusaha bawang gorengnya di wilayah Ciawigebang.

Dirinya berharap, Pemda Kuningan ikut  mempromosikan hasil olahan khas Kuningan ini. “Sehingga kendala dalam pemasaran bawang goreng, khususnya untuk menembus pabrik besar dapat segera diatasi,” kata Didi.

IRWAN GUNAWAN

Loading Komentar....