fajarnews

HUT Ke-60, BCA Gelar Pelatihan Teknik Batik Pewarna Alam Ciwaringin

Redaksi : Andriyana | Rabu, 5 April 2017 | 00:12 WIB

ADHE
Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) Inge Setiawati (Biru), beserta rombongan saat belajar membuat teknik membatik tulis di Desa Ciwaringin Kab Cirebon, Rabu (4/4).

Fajarnews.com, CIREBON - Berkomitmen menjadi lebih baik pada HUT Ke-60, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggelar pelatihan tehnik membatik yang dilenggarakan di 4 kota yaitu Yogyakarta, Pati, Tulungagung, dan Cirebon. Kegiatan pelatihan ini sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing para pengrajin batik di Indonesia.

Hadir dalam pembukaan pelatihan batik di Cirebon yang ditempatkan di sentra pengrajin batik pewarna alam Desa Ciwaringin Kec Ciwaringin Kab Cirebon, Kepala BCA Kantor Wilayah 1 Bandung, Allan Sriwulandari, Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) Inge Setiawati, serta Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Cirebon.

Pelatihan tehnik membatik menghadirkan Mustar Sidiq, penulis buku Panduan teknik batik tulis, sebagai fasilitator yang akan mengedukasi seputar teknik membatik dengan menggunakan pewarna alam.

“Menyambut HUT ke 60, BCA berkomitmen untuk menjadi lebih baik melalui tiga pilarnya belajar lebih baik, melayani lebih baik, dan memberi lebih baik. Pelatihan 60 pembatik ini merupakan wujud kepedulian BCA untuk memberi lebih baik kepada masyarakat daerah dengan berupaya menumbuhkembangkan daya saing para pengrajin batik tulis berdasar kepada teknik pewarna alam yang telah menjadi ciri khas batik Indonesia,” ujar Wulan kepada media usai pembukaan, Selasa (4/4).

Dikatakannya sejak tahun 2009, UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Sebagai warisan budaya tak benda, batik dianggap memiliki nilai-nilai dan pengetahuan yang melekat didalamnya.

Sejarah persebaran di seluruh nusantara, dan beragam motif yang menjadikannya sebagai kain peradaban, kedalaman rasa, makna, jiwa, cinta dan harmoni yang tertulis dalam batik tulis dianggap sebuah karya seni yang orisinal. Nilai batik inilah yang dianggap sakral dan menjadi akar budaya Indonesia.

“Pelatiahn ini diharap mampu mengedukasi para pembatik akan nilai-nilai intrinsik yang terkandung dalam batik tulis yang diproduksi. Diharapkan pelatihan ini berkontribusi meningkatkan daya saing pengrajin batik didaerah, memicu kreatifitas peluang usaha bagai masyarakat lokal, dan akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berdampak memakmurkan masyarakat daerah.pelatihan batik ini diadakan atas dasar pentingnya mengembangkan kwalitas batik tulis di Indonesia sebagai warisan nusantara yang harus dilestarikan,” tambah Wulan.

Sebelumnya BCA juga menggelar pelatihan teknik membatik dan seminar 60 desa wisata di Yogyakarta yang bertujuan menginspirasi penduduk lokal dalam memberikan layanan prima dan menumbuhkembangkan potensi pariwisata yang ada berdasar kepada prinsip geopariwisata yakni pelestarian alam dan pemanfaatan bagi masyarakat.

Pelatiahn membatik yang diselenggarakan di Yogyakarta, Pati, Tulungagung, dan Cirebon dan seminar 60 desa wisata di Yogyarkata diharapkan mampu berkontribusi meningkatkan daya saing masyarakat lokal dan menjaga kelestarian budaya sebagai ikon pariwisata Indonesia. Selain mengadakan pelatihan teknik membatik BCA juga mendonasikan 1000 buku panduan teknik batik tulis karya Mustar Sidiq yang diharapkan mampu menginspirasi kkeratifitas pembatik pemula dalam berkarya.

ADHE HAMDAN

Loading Komentar....