fajarnews

Di Tangan Kakek Ini, Serabut Kelapa Bisa Disulap Jadi Uang

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 1 April 2017 | 13:15 WIB

Munadi
Kakek Suhadi sedang membuat sapu tabo.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Kulit kelapa yang selama ini hanya dibakar dikarenakan tidak mempunyai nilai ekonomis. Ditangan warga Desa Pasir, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Suhandi kulit-kulit kelapa itu disulap menjadi alat pembersih rumah yakni sapu tabo.

Kakek yang sudah mempunyai dua cucu ini mengolah sabut kelapa menggunakan alat seadanya dan diolah secara manual.  

"Saya menggeluti usaha ini sejak tahun 2000 dan alhamdulillah sudah bisa mempekerjakan keluarga dan tetangga di sekitar," ujar Suhadi, kepada fajarnews.com di rumahnya, Jumat (31/3).

Proses pembuatan sapu tabo dari sabut kelapa ini, kata dia, sangat mudah dilakukan  walaupun memakai alat secara manual. Sehari ia mengaku bisa mendapatkan sepuluh  sapu tabo. Sedangkan untuk harga sapu tabo kisaran Rp5 ribu per sapunya.

Dia menjelaskan, cara membuat sapu tabo memerlukan beberapa alat seperti pemukul dari besi atau kampak dan batu landasan, sikat dari kawat (dapat dibuat dengan paku-paku kecil yang ditancapkan pada kayu dibuat seperti sikat, pisau  dan jarum karung.

Kemudian, sabut dipukul-pukul agar daging sabut lepas, setelah terlepas sabut tersebut dijemur. Sabut yang tadi dijemur setelah kering dipukul-pukul kembali agar sabut tersebut lembut, lalu disikat agar serabut yang pendek lepas, serat yang panjang diikat dengan tali, tusukan sebilah bambu kecil pada ikatan sabut diujung tangkai sebagai gagangnya.

"Ikatlah ujung sabut bagian atas bahu tangkai, dan sapu siap digunakan," bebernya.

Produk olahan dari sabut kelapa yang disulap menjadi sapu tabo ini, dijual ke sejumlah pelanggannya yang datang langsung kerumahnya dan tidak dijual ke pasar.  Pembeli sapu tabo juga bisa memilih bambu untuk dijadikan gagang sapu tersebut yang dianggap bagus.

Salah satu pelanggan sapu tabo, Medi, mengaku sudah berlangganan sebagai pembeli sapu tabo sejak tahun 2015. Sapu-sapu yang dibelinya untuk di kreditkan di daerah Purwakarta dan para pelangganyapun tidak kecewa dengan munculnya sapu tersebut.

Meskipun zaman sekarang sudah banyak sapu-sapu yang terbuat dari bahan plastik, tapi pilihan para pelanggan lebih memilih sapu tabo karena dianggap memiliki kekuatan yang benar-benar kuat dan tidak cepat hancur.

"Saya sudah berlangganan sejak 2015 untuk di pasarkan di Purwakarta. Meskipun tradisional namun kualitasnya bisa bersaing dengan sapu dari plastik. Selain kuat sapu tabo juga bersih ketika dipakai untuk menyapu," ujar Medi. (Munadi)



Loading Komentar....