fajarnews

Bisnis Tas Nama Karakter Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Redaksi : Andriyana | Jumat, 27 Januari 2017 | 18:53 WIB

IRGUN
Farid Hasnudin (kanan, red), warga Desa Kabarepan, seorang perajin tas nama karakter menunjukan hasil karyanya yang cukup diminati konsumen.

Fajarnews.com, CIREBON - Berkurangnya jumlah perajin di sentra produksi sandal Barepan di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon akibat menurunnya pesanan barang tidak membuat perajin lainnya putus asa.

Sebagian besar para perajin Kebarepan mulai mengalihkan usahanya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Salahsatu contoh Farid Hasnudin, warga Desa Kabarepan, seorang perajin yang beralih usaha dari produksi sandal ke usaha lainnya. Farid menyebutnya, usaha yang ditekuninya saat ini adalah produksi tas nama karakter.

“Tas nama karakter ini merupakan tas gendong sekolah khusus untuk anak PAUD, anak TK dan siswa SD,” katanya. Disebut tas nama karakter, jelasnya, karena di tas tersebut dihiasi wajah kartun dan nama pemilik tas.

Bahan dasar pembuatan tas ini, kata Farid, terdiri dari kain panel, dilapis puring dan plastik mika.

“Yang spesial dari tas ini adalah setiap tas diberi nama pemiliknya ditambah gambar karakter sehingga tidak akan tertukar. Pemberi nama itu sangat disukai anak-anak dan ibunya karena dinilai cukup unik,” ujar pria yang sudah tiga tahun menekuni usaha ini.

Karena bahannya dari plastik, lanjut Farid, membuat tas ini tahan lama apalagi saat musim hujan tas nama karakter ini tahan terkena air.

“Awal saya produksi tas ini karena kepepet tidak punya kerjaan akibat pabrik sandal bangkrut. Terus coba-coba bikin dompet ternyata laku dan akhirnya dikembangkan ke tas nama karakter ini,” kata Farid mengisahkan.

Ia mengaku hingga saat ini dirinya tidak memiliki karyawan, hanya dikerjakan bareng istri untuk menjahit pembuatan tas. Dalam sehari Farid mampu menghasilkan tujuh tas atau 50 tas per minggu dan tas tersebut dijual paling mahal untuk siswa SD Rp 70 ribu sedangkan untuk anak PAUD dan TK Rp 60 ribu per buah.

“Kalau omzet pejualan tinggal dihitung saja dengan rata harga tas Rp 65 ribu kali 50 tas per minggu menghasilkan Rp 3.250.000 jadi dalam sebulan Rp 130 juta. Itu kalau diambil rata-rata dalam sebulan,” ucapnya.

Dijelaskan Farid, untuk pemasaran hingga saat ini belum ada kesulitan karena tas yang saya diproduksi merupakan pesanan dari sekolah-sekolah sekitar Kebarepan dan paling jauh dari Indramayu, Sumedang dan Bandung.

Farid bersyukur hingga saat ini animo pembeli cukup banyak dan puas. Terbukti tidak pernah ada yang komplain. “Bahkan ada pelanggan kembali pesan walaupun tas anaknya belum rusak,” ujarnya bangga.

Kendala produk tas ini, kata Farid, hanya masalah tenaga kerja karena di Kabarepan sebagian warga ahlinya membuat sandal sedangkan untuk pembuatan tas harus mempunya keterampilan yang lebih.

Ia berharap anak-anak muda mau belajar produksi tas nama karaker dengan melakukan pelatihan, karena tas ini cukup punya prospek yang baik karena persaingan di pasaran masih jarang. 

IRWAN GUNAWAN

 

 

 

Loading Komentar....