fajarnews

PNM Genjot Produktivitas Peternak Sapi Kabupaten Kuningan

Redaksi : Andriyana | Rabu, 28 Desember 2016 | 11:45 WIB

Ist
Perwakilan dari PNM, Dinas Peternakan Kabupaten Kuningan, Tim dari UMC dan para peserta pengukuhan dan serahterima program peternak sapi potong foto bersama setelah acara belum lama ini.

Fajarnews.com, KUNINGAN - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus melakukan upaya untuk menumbuhkembangkan sektor UMKM di Indonesia guna turut mendorong perekonomian bangsa melalui pemberdayaan sektor pelaku UKM.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Ir Dody Firman Nugraha bahwa tingkat kebutuhan swasembada hewan sapi mencapai tiga sampai empat juta ekor per-tahun.

Sedangkan populasi yang ada di Provinsi Jawa Barat hanya mencapai 300 sampai 400 ribu ekor per-tahun. Pertumbuhan sapi di wilayah Jawa Barat saat ini hanya mencapai 5 persen per-tahun, sehingga dirata-ratakan hanya bisa 20 ribu ekor per-tahun.

Menanggapi persoalan tersebut, PNM sebagai agent of development harus membuat serta menjalankan sebuah program khusus yang bertujuan untuk mendorong serta menumbuhkan produktivitas iklim ekonomi peternak sapi di wilayah Jawa Barat.

Bukti nyata dari hal itu, PNM kembali melaksanakan program pengembangan kapasitas usaha (PKU) yang ditujukan bagi para pelaku usaha bidang ternak sapi di Kabupaten Kuningan yang diikuti seluruh nasabah binaan yang tersebar di lima wilayah bisnis Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) pada tanggal 20 Desember 2016.

Executive Vice President PT PNM (Persero), Arief Mulyadi mengatakan, terkait klasterisasi peternak sapi di Kabupaten Kuningan, pihaknya akan mendorong dan mengembangkan sektor hulu hingga hilir untuk para peternak sapi di wilayah tersebut.

“Mulai dari usaha pembibitan sampai kepada pengembangbiakan sapi,” papar Arief.

Menurut Arief, sektor peternak sapi ini merupakan salahsatu sektor yang produktif dan perlu dikembangkan dengan menggalakan beberapa program pendampingan usaha, khususnya di wilayah potensi seperti Kuningan.

Kualitas serta kompetensi pelaku usaha mikro kecil setempat terus menunjukkan grafik positif dalam menciptakan produk lokal yang berdaya saing tinggi di tingkat Nasional.

Ist
Wakil Pemimpin Cabang PT PNM Cirebon, Budiman menyerahkan hadiah utama kepada salahseorang nasabah PNM ULaMM yang mengikuti acara di RM Mayang Catering Kuningan belum lama ini

Sementara itu Sekretaris PT PNM (Persero), Gung Panggodo mengatakan, fenomena pasar bebas yang telah dimulai sejak awal tahun lalu, bisa menjadi momok yang amat menakutkan bagi para pelaku UMK khususnya jika hanya berdiri sendiri dalam menjalani usahanya.

“Penerapan program Pengembangan Kapasitas Usaha yang dilakukan PNM inilah merupakan salahsatu cara untuk menumbuhkembangkan pelaku UMK lokal,” ujar Gung Panggodo.

Salahsatu aktivitas klasterisasi yang dilakukan PNM, kata Gung, selain memberikan arahan, motivasi serta pengetahuan mendalam akan sektor usaha yang dijalani, juga dapat menumbuhkan ikatan komunitas sebagai pelaku UMK yang umumnya sudah saling mengenal dan saling berinteraksi.

“Klasterisasi yang dilakukan PNM dimaksudkan untuk mempersiapkan nasabah binaannya untuk siap dalam menghadapi fenomena pasar bebas yang sudah berjalan saat ini,” tambah Gung di akhir acara.

Sekedar informasi, PNM Cabang Cirebon sejak awal beroperasinya pada April 2013 hingga November 2016 telah menyalurkan pembiayaan kepada 6.023 pelaku usaha sebesar Rp 334.150.101.048,-.

Tercatat pada November 2016 menunjukkan bahwa penyaluran yang dibukukan telah tumbuh sebesar 23,29 persen dibanding pencapaian di bulan yang sama pada tahun 2015 yang hanya sebesar 64,8 milyar.

PNM Cabang Cirebon saat ini memiliki 10 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yaitu ULaMM Bantarujeg, Talaga, Kuningan, Luragung, Cibingbin, Cilimus, Pekalipan, Sindanglaut, Ciledug dan Losari.

Adapun PT PNM (Persero) sendiri adalah sebuah lembaga keuangan khusus yang sahamnya 100 persen milik pemerintah. Tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar.

Dengan dukungan pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PNM dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance  siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan. (EKO)

Loading Komentar....