fajarnews

KAI Daop 3 Cirebon Prediksikan Lonjakan Sekitar 7.600 Penumpang

Redaksi : Andriyana | Senin, 26 Desember 2016 | 23:33 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) III Cirebon memprediksi puncak arus balik angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi pada esok hari Selasa ini (27/12).

PT KAI Daop III Cirebon memprediksi puncak arus balik angkutan libur Nataru itu lonjakan penumpang bisa tembus sekitar 7.600 orang. Hal itu dikemukakan Manager PT KAI Daop III Cirebon, Krisbiyantoro kepada awak media, Senin (26/12).

Menurutnya, diprediksi puncak arus balik angkutan libur Nataru tersebut disesuaikan dengan lonjakan penumpang yang terjadi pada tahun sebelumnya. Sementara itu kemarin siang, sekitar pukul 14.00 WIB jumlah penumpang di Daop III Cirebon sudah mencapai 5.300 penumpang.

“Hari ini kita prediksi bisa tembus hingga 7.500-an, sedangkan puncaknya pada tanggal 27 ini bisa menembus hingga 7600-an penumpang,” ungkap Kris.

Ia mengatakan, pihaknya pun akan tetap melakuakn penjagaan esktra hingga 8 Januari nanti. Jika dibandingkan tahun lalu, secara komulatif lonjakan penumpang pada masa libur Nataru tahun ini mengalami penurunan. Tahun lalu, jumlah penumpang di Daop III Cirebon mencapai 36.084 orang.

Penurunan jumlah penumpang tersebut, menurutnya, dikarenakan okupansi penumpang pada tanggal 20 kemarin menunjukan penurunan yang sangat drastis. Hal tersebut mempengaruhi perhitungan secara komulitaf dibandingkan dengan tahun lalu.

“Ini kemungkinan karena situasi yang berbeda, tahun lalu kita sudah pasang posko pada tanggal yang sama. Tapi tahun ini kita belum, karena menyesuaikan liburan sekolah. Kemungkinan besar, penurunan jumlah penumpang ini diakibatkan karena penyesuaian waktu perjalanan,” terang dia.

Dia menambahkan, perjalanan KA sempat mengalami keterlambatan hingga 55 menit. Hal itu dikarenakan mengalami keterlambatan saat melakukan perputaran rangkaian gerbong.

“Kemarin, KA Sembrani baliknya terlambat, kan gerbongnya digunakan juga untuk Argojati. Namun, ini masih dalam batas wajar, dalam aturannya yang dianggap sudah melebihi batas wajar itu kalau keterlambatannya melebihi 3 jam,”  pungkasnya.

WINARNO

Loading Komentar....