fajarnews

Kondisi Pasar Tradisional di Majalengka Semakin Memprihatinkan

Redaksi : Andriyana | Rabu, 12 Oktober 2016 | 02:03 WIB

ABR
Pedagang sedang beraktifitas di Pasar Sindangkasih yang kondisinya semakin memprihatinkan

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Kondisi sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Majalengka semakin memprihatinkan. Kesan kumuh dan semrawut membuat keberadaan pasar tradisional semakin tergerus oleh pasar modern yang semakin menjamur di Kabupaten Majalengka.

Pemerintah Kabupaten Majalengka diminta lebih memperhatikan kondisi pasar tradisional yang bukan hanya menjadi pusat ekonomi rakyat, tetapi juga salah satu lumbung bagi pendapatan daerah.

"Dengan kondisi pasar tradisional yang makin memprihatinkan, maka pedagang akan semakin kalah bersaing dengan pasar modern yang jumlahnya terus bertambah,” ujar Dedi Bernadi, Ketua Lingkar Studi Demokrasi (Elsid) Majalengka, Selasa (11/10).

Menurut Dedi beberapa pasar memang sudah mendapakan perbaikan, namun masih banyak yang masih membutuhkan perhatian pemerintah agar pasar tradisional yang menjadi lapangan kerja bagi ribuan warga Kabupaten Majalengka itu menjadi lebih layak.

Dia mencontohkan kondisi pasar Sindangkasih yang berlokasi di pusat kota. Kondisi pasar tersebut semakin memprihatinkan, ditandai dengan banyaknya bagian atap yang bocor sehingga pasar menjadi becek saat musim hujan.

Begitu juga sarana saluran air dan drainase yang berada di lingkungan pasar kondisinya juga tidak kalah memprihatinkan. “Kondisi sarana pendukung yang kurang memadai menyebabkan pasar tradisional akan semakin ditinggalkan oleh pembelinya,” katanya.

Keterbatasan yang menjadi titik lemah dari pasar tradisional, kata Dedi, sudah semestinya mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal itu juga bisa menjadi bagian dari langkah kongkrit dari pemerintah untuk melindungi para pedagang pasar tradisional.

Ia mengingatkan, bahwasanya pasar tradisional tidak hanya banyak menyerap jumlah tenaga kerja, serta pusat perekonomian masyarakat. Keberadaanya juga sangat penting dalam menopang pendapatan daerah dengan bermacam retribusi yang dikenakan kepada pedagang ataupun pengunjungnya.

”Di pasar ada macam-macam sumber PAD, mulai dari retribusi kebersihan, sewa kamar mandi/WC dan parkir yang dikenakan kepada pengunjung,” jelasnya.

Sementara itu salah seorang pedagang, Jaja mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, pasar Sindangkasih terlihat semakin kumuh. Kondisi tersebut diakibatkan oleh banyaknya bagian atap yang bocor, sehingga saat musim hujan bagian dalam pasar menjadi becek.

Kondisinya semakin diperparah oleh lantai lorong antar kios yang hancur karena termakan usia.

“Bukan hanya di dalam pasar, kondisi di luar juga semakin kumuh karena aspal jalan disekitra pasar juga sudah banyak yang hancur, serta saluran air yang kurang berfungsi, sehingga setiap turun hujan air menggenang cukup lama ,dan menyisakan lumpur sehingga jalan menjadi becek,” katanya.

Ia berharap kondisi tersebut bisa segera diperbaiki, karena setiap harinya pedagang telah membayar kewajubanya melalui retribusi kebersihan. ”Kami berharap atap yang bocor bisa segera diperbaiki, sehingga ketika hujan lokasi dalam pasar tidak becek lagi,” harapnya. (ABR)

Loading Komentar....