fajarnews

Dislakan Kab. Cirebon Pastikan Kebutuhan Garam Lokal Tercukupi

Redaksi : Andriyana | Minggu, 2 Oktober 2016 | 23:47 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Cirebon, H Muhidin mengakui petani garam yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon di tahun ini tidak bisa berproduksi maksimal dikarenakan cuaca yang tidak mendukung dengan hujan yang terus menerus.

Namun untuk kebutuhan konsumsi garam masih tercukupi dikarenakan stok garam yang ada dari tahun sebelumnya masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan garam untuk satu orang hanya tiga kilo gram dalam satu tahun. Sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Cirebon sekitar dua juta empat ratusan.

“Jelas kalau kondisinya seperti sekarang (musim hujan) produksi akan mempengaruhi. Tapi untuk kebutuhan konsumsi tidak. Rata-rata pertahun hanya 600-an ton. Sedangkan produksi garam kita 15 ribu ton lebih dalam satu tahun, jadi masih survlus,” kata Muhidin.

Meski demikian, Muhidn mengakui, dengan kondisi cuaca yang hujan terus-terusan yang mengakibatkan para petani garam tidak mampu berproduksi, jelas sangat memengaruhi kondisi ekonomi yang ada di Kabupaten Cirebon khusunya di wilayah-wilayah penghasil garam.

Lebih lanjut ia mengakui, selama ini pihaknya terus melakukan pembinaan maupun mengupayakan bantuan dari pemerintah pusat untuk para petani garam di wilayahnya.

“Selain itu, kalau kita dinas hanya bisa membantu membangun gudangnya garam, kemudian perbaikan transportasi jalnnya juga,” ujar Muhidin.

Sementara itu, salah satu petani garam yang berada  di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Asmali (43) mengaku harus beralih profesi menjadi kuli bangunan di luar kota, maupun kerja serabutan.

“Kondisinya kan tidak memungkinkan untuk bertani garam, kan hujan terus mengguyur. Makanya para petani garam beralih profesi menjadi kuli bangunan dan lainnya,” kata Asmali.

Dikatakannya, untuk tahun ini, lahan garam yang digarapnya, baru tiga kali merasakan panen garam. Itu pun dengan hasil yang masih sedikit dan harganya sangat rendah.

“Karena hujan terus, masyarakat banyak yang nganggur. Meski ada juga yang kerja bangunan di luar kota maupun kerja serabutan. Kami setiap musim panas mengandalkannya dari garam,” pungkasnya.

SUHANAN

Loading Komentar....