fajarnews

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu di Majalengka Kelimpungan

Redaksi : Andriyana | Minggu, 25 September 2016 | 22:23 WIB

ABR
Pengrajin tahu mengaku bingung mensiasati kenaikan harga kacang kedelai yang kembali sejak sepekan terakhir

 

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Harga kacang kedelai dalam sepekan terakhir kembali mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut berkisar antara 10 sampai 15 persen. Kondisi ini membuat para pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Majalengka yang bermodal minim mulai kelimpungan.

Menurut sejumlah pengrajin tahu, harga kacang kedelai sebelumnya berada pada angka Rp 6.650,-/kg. Tetapi sejak sepekan terakhir, harganya merambat naik, hingga mencapai Rp 6.900,- sampai Rp 7.000,-/Kg.  

“Kenaikan harga tidak sekaligus, tetapi bertahap, dan sekarang sudah sampai Rp 7000,- setiap kilogramnya,” kata Juhdi, pengrajin tahu di Cisambeng, Minggu (25/9).

Akibat kenaikan harga kacang kedelai, kata Juhdi, banyak pengrajin tahu dan tempe mulai mengeluh. Mereka menjadi serba salah dan tidak bisa berbuat banyak. Para pengrajin juga ragu untuk menaikkan harga penjualan, karena kuatir para pelanggannya pindah pada pedagang lain.

“Kalau ukurannya diperkecil, para pelanggan juga akan lari ke pedagang lain, pengrajin jadi serba salah,” keluhnya.

Hal senada dikatakan pengrajin tahu lainnya, Diding. Menurut dia, kenaikan harga kedelai telah terjadi sejak sejak satu minggu yang lalu. Hal itu membuat pengrajin dengan modal kecil menjadi kelimpungan, karena harus menyiapkan modal tambahan.

Sementara harga hasil produksinya sulit untuk dinaikan. Ia sendiri tetap memilih untuk tidak mengubah ukuran, atau menaikan harga. Sebab kalau dilakukan pembeli pada lari. “Tetapi hal ini kan tidak bisa terus menerus, saya menunggu dan berharap harga kedelai turun lagi,” katanya.

Keputusan untuk tidak merubah harga dan ukuran tambahnya, berdampak pada segi keuntungan. “Resikonya keuntungan menurun drastis, tetapi mau bagaimana lagi. Semoga saja harga kedelai bisa turun lagi,” harapnya. (ABR)

Loading Komentar....