fajarnews

Permintaan Gula Kawung di Majalengka Meningkat Selama Ramadhan

Redaksi : Andriyana | Kamis, 23 Juni 2016 | 21:12 WIB

ABR
Seorang pengrajin gula kawung sedang memanjat pohon aren yang menjadi bahan baku produksi gula yang pengolahannya masih dilakukan secara tradisional

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Para pengrajin gula kawung di Kabupaten Majalengka mengaku senang menyambut datangnya bulan Ramadhan ini. Sebab, di bulan Ramadhan seperti sekarang  penjualan gula kawung mengalami peningkatan signifikan. Selain itu, harga penjualannya pun lebih tinggi dibanding biasanya.

Menurut sejumlah pengrajin gula dengan bahan baku aren tersebut, selama bulan puasa penjualan bisa naik hingga dua kali lipat. Hal itu dimungkinkan karena permintaan gula kawung tidak hanya datang dari pasar lokal, tetapi juga datang dari luar Kabupaten Majalengka.

“Pada bulan Ramadhan penjualan gula kawung pasti mengalami kenaikan. Kenaikanya bisa lebih dari setengahnya dibandingkan pada hari biasa,” kata Warya, salah seorang pengrajin gula kawung, Rabu (22/6).

Menurut dia, pada bulan Ramadhan kebutuhan gula kawung lebih banyak pada hari biasanya karena pada bulan Ramadhan banyak  orang yang membuat kolak, manisan atau jenis makanan lainnya untuk berbuka puasa.

“Makanan yang  dibuat  untuk konsumsi sendiri ataupun untuk dijual pasti membutuhkan gula untuk pemanis, dan untuk kolak sudah pasti akan menggunakan gula kawung,” katanya.

Meski harganya lebih tinggi dari gula merah atau gula pasir, dengan rasa dan aromanya yang khas, kata Warya, gula kawung tetap menjadi pilihan untuk pemanis kolak atau kue-kue untuk berbuka puasa.

“Karena kekhasanya masyarakat sangat menyukai gula kawung,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Rani, pengrajin gula kawung lainnya. Dia mengatakan permintaan gula kawung memang mengalami kenaikan selama bulan Ramadhan ini. Meski demikian pihaknya tidak kewalahan untuk memenuhi pesanan yang datang.

“Sebelum Ramadhan kami sudah menyimpan cukup banyak, karena biasanya di bulan puasa akan terjadi peningkatan permintaan,” katanya.

Berbeda dengan produk lainnya, kata dia, kemasan gula kawung juga memiliki ciri khas. Gula kawung juga tidak dijual dengan hitungan kilogram.

“Gula kawung kita jual dengan sistem paket atau gantang, dalam satu gantang berisi 10 potong gula yang berat totalnya sekitar 2 kg. Setiap gantang kami jual seharga Rp35.000,-” jelas warga Desa Sidamukti tersebut. (ABR)

Loading Komentar....