fajarnews

Daging Sapi di Majalengka Bertahan Pada Harga Rp110 Ribu Per Kg

Redaksi : Andriyana | Rabu, 15 Juni 2016 | 23:38 WIB

ABR
Meski jumlah permintaan mengalami penurunan, harga daging sapi masih bertahan pada harga Rp 110 ribu setiap kilogramnya.

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Memasuki pekan ke dua bulan Ramadhan, permintaan daging sapi dan ayam mengalami penurunan. Penurunan permintaan berdampak pada harga penjualan, kecuali harga daging sapi yang tetap bertahan Rp110.000,-perkilogram.

Menurut Nana harga daging sapi sebesar Rp.110.000,- tersebut merupakan yang terendah. Sebelumnya harga daging sapi mengalami kenaikan cukup tinggi hingga mencapai Rp130.000,-/kg.

“Setelah itu harga kembali mengalami penurunan dan bertahan pada angka Rp.110.000,-/Kg sampai hari ini,” katanya, Rabu (15/6).

Nana memperkirakan harga daging sapi tidak akan mengalami penurunan kembali. Sebaliknya harga diperkirakan akan kembali naik pada saat menjelang hari raya nanti.”Sepertinya harga ini akan tetap bertahan hingga menjelang lebaran nanti,”duganya.

Adanya daging sapi impor, kata Nana, juga tidak akan banyak berpengaruh. Sebab sepengetahuan dirinya masyarakat masih lebih menyukai daging sapi lokal. ”Masuknya daging impor tidak akan banyak berpengaruh, karena masyarakat lebih menyukai daging lokal dibandingkan yang dari luar,” ujarnya.

Penururunan permintaan juga terjadi pada komiditi daging lainnya, yakni daging ayam dan kambing. Harga daging kambing yang sempat berada di atas Rp.120.000,-/Kg sekarang turun menjadi Rp.100.000,-/kg.

Berkurang permintaan juga berdampak pada harga daging ayam potong. Menurut Tati, penjual daging ayam potong, permintaan pada saat sebelum, sampai awal bulan puasa terus mengalami kenaikan.

Tingginya permintaan membuat harga daging ayam terus merangkak naik,hingga mencapai Rp. 40.000,-/kg pada saat H-1Ramadhan. Setelah itu harga mulai turun sampai Rp. 35.000,-/Kg.

Menurut Tati, permintaan akan kembali mengalami kenaikan pada saat mendekati hari raya. ”Sepekan menjelang lebaran biasanya permintaan akan kembali mengalami kenaikan,” ujarnya. (ABR)

Loading Komentar....