fajarnews

Disperindagkop UMKM Kota Cirebon Gelar Operasi Pasar Murah

Redaksi : Andriyana | Kamis, 9 Juni 2016 | 22:48 WIB

WINARNO
Operasi pasar murah diserbu sejumlah warga di Lemahwungkuk Kota Cirebon, Kamis (9/6)

Fajarnews.com, CIREBON- Lantaran kebutuhan pokok yang terus merangkak naik, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop UMKM) Kota Cirebon mengadakan operasi pasar murah. Operasi pasar murah tersebut digelar di dua tempat, yaitu di lapangan bola Kecamatan Kesambi dan di lapangan Futsal Kecamatan Lemahwungkuk, Kamis (9/6).

Pantauan fajarnews.com di lokasi menyebutkan, baru beberapa menit sejumlah stand penjualan digelar, yang ikut dalam pasar murah itu langsung diserbu oleh warga. Sejumlah stand penjualan yang turut meramaikan pasar murah itu menjual sejumlah komoditas yang dijual dipasaran.

Dalam stand tersebut, beras yang dijual dengan harga 8,5 ribu rupiah perkilogram dan dikemas per 5 kilogram. Kemudian, ada gula pasir yang harga dipasarannya sedang meroket mencapai 15 ribu rupiah per kilogram. Namun, di pasar murah ini, para pembelai cukup keluarkan biaya 12 ribu rupiah untuk mendapatkan satu kilogram gula pasir.

Gula pasir adalah salah satu komoditas yang paling diburu para pembeli dalam gelaran pasar murah itu. Selain itu, ada juga gas  elpiji 3 kg yang dijual seharga 15.100 ribu rupiah yang disesuai dengan harga pangkalan penjual gas. Kebutuhan rumah tangga lainnya yang dijual dalam operasi pasar murah, yaitu mie instan, pasta gigi, sabun dan lainnya.

Kepala Disperindagkop UMKM Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, gelaran pasar murah tersebut untuk kali pertamanya digelar di Kota Cirebon pada bulan puasa tahun ini. Dalam gelar pasar murah itu, dirinya melihat antrian dan banyak diburu pembeli adalah gula dan beras.

“Makanya kami menyiapkan dua ton beras dan dua ton gula pasir di kedua titik penjualan tersebut. Lantaran permintaan para kebutuhan gula pada gelaran pasar murah itu cukup tinggi di Kecamatan Lemahwungkuk, kami pun menambah satu ton gula,” ungkap Agus Mulyadi kepada awak media, Kamis (9/6).

Lanjut dia, operasi pasar murah ini nantinya akan diadakan juga pada tanggal 12-16 Juni mendatang. Ini dilakukan untuk menstabilkan harga-harga komoditas dipasaran yang cukup tinggi. Hasil operasi pasar murah ini, kata dia, akan dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Ia juga sangat berharap tahun depan operasi pasar murah bisa dilakukan lebih banyak titik lagi. Pasalnya, baru sekali diadakan saja animo masyarakat untuk membeli cukup tinggi. Oleh karena itu, pihaknya pun sudah mengagendakan operasi pasar murah bersubsidi pada 24-25 Juni mendatang.

“Operasi pasar bersubsidi tersebut dikhususkan untuk warga miskin. Nantinya keluarga yang tidak mampu bisa membeli masing-masing satu paket sembako yang terdiri dari dua kilogram gula pasir, lima kilogram beras dan satu liter minyak goreng. Disebut bersubsidi karena setiap barang yang dijual akan mendapat subsidi,” terang Agus.

Ia mengungkapkan, untuk beras sendiri, pihaknya memberi subsidi sebesar 5 ribu perkilogram, gula 6 ribu perkilogram dan minyak goreng 6 ribu rupiah perkilogram. Nanti harganya itu akan disesuaikan dengan harga saat nanti. Ada pun kupon operasi pasar bersubsidi ini akan didistribusikan di tingkat RT dan RW.

Lebih lanjut lagi, khusus dari Pemkot Cirebon disediakan sebanyak 1.600 paket sembako dengan anggaran 56 juta rupiah. Menurutnya, anggaran itu belum ditambah bantuan dari Pemprov Jabar. Saat ini, pihaknya belum mengetahui berapa banyak bantuan dari Pemprov Jabar. Namun, pihaknya sudah mendapatkan informasi jika anggaran untuk operasi pasar di Jabar saat ini mencapai Rp 15 miliar.

“Kita tunggu saja untuk Kota Cirebon dapat berapa. Namun jika sudah mengajukan sebanyak 13 ribu paket. Padahal tahun lalu pihaknya hanya mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar sebanyak 4.200 paket. Tingginya permintaan dari Pemkot Cirebon ini dikarenakan jumlah keluarga miskin di Kota Cirebon cukup tinggi, yaitu mencapai 17 ribu rumah tangga sasaran,” tegasnya.

Sementara itu seorang warga RT 03 Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Andelina, menyambut baik operasi pasar murah tersebut. Terlebih lagi, pada bulan Ramadan ini sejumlah komoditas kebutuhan pokok di pasar-pasar mengalami kenaikan harga yang tak sangat tinggi.

“Kalau bisa sih setiap minggu diadakan. Karena kegiatan operasi pasar ini sangat dibutuhkan warga, terutama bagi warga yang kurang mampu,” tukasnya.

WINARNO

Loading Komentar....