fajarnews

Harga Cabai Rawit di Majalengka Melonjak Hingga Rp40.000 Per Kg

Redaksi : Andriyana | Kamis, 9 Juni 2016 | 22:35 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Seperti tidak mau kalah dengan kenaikan harga komoditas lainnya, harga sayuran di Kabupaten Majalengka juga mengalami lonjakan harga.

Padahal, selama ini Kabupaten Majalengka dikenal sebagai salah satu daerah pemasok sayuran di wilayah Jawa Barat. Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada komiditi cabe rawit yang menembus hingga Rp 40.000 per kilogram.

Tidak hanya cabe rawit, harga komiditas sayuran lainnya juga ikut merangsek naik. Seperti harga bawang merah yang setiap kilogramnya berkisar antara Rp 40.000,- sampai Rp 50.000,-.

“Sekarang tidak ada barang yang murah, semuanya mengalami kenaikan termasuk sayuran seperti cabe rawit dan bawang merah,” kata Suryana, salah satu pedagang sayuran di pasar tradisional Sindangkasih, Kamis (9/6).

Kenaikan harga sayuran yang paling mencolok, kata dia, dianataranya cabe rawit. Harga cabe rawit merah atau hijau yang sebelumnya berada pada kisaran harga Rp 25.000,-/kg sekarang telah berada pada angka Rp 40.000,-/kg.

“Kenaikan sudah mencapai Rp 15.000,- dari harga awal, dan tidak menutup kemungkinan harganya naik lagi,” ujarnya.

Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang merah. Harga bawang merah biasa sudah berada pada angka Rp 40.000,-/kg. Sedangkan harga bawang merah Sumenep lebih tinggi lagi yakni Rp 50. 000,-/kg.

”Kenaikan ini tidak hanya memusingkan pembeli, pedagang juga bingung karena dengan mahalnya harga pendapatan menjadi berkurang, sedangkan modal malah nambah,” keluhnya.

Selain cabe rawit, komoditas sayuran yang harganya terus melonjak diaataranya kol dan kentang. Harga kol di tingkat pedagang telah berada di angka Rp 9000,-/kg. Sedangkan harga kentang menjadi Rp 16.000.-

Penjual Sayuran Badriah mengatakan, harga kentang naik setiap hari sejak akhir pekan lalu. ”Sejak menjelang Ramadhan harga sayuran terus naik, harga kentang yang semual hanya Rp. 10.000,-/kg sekarang sudah naik menjadi Rp 16.000,-/kg,” keluhnya. (ABR)

Loading Komentar....