fajarnews

Bandar Jengkol Bikin Makanan Jadul Jadi Gaul

Redaksi : Andriyana | Kamis, 11 Februari 2016 | 21:51 WIB

HASAN
Peppi, owner Bandar Jengkol memperlihatkan produknya

Fajarnews.com, CIREBON- Jika mendengar jengkol tentunya identik dengan “bau”. Tapi hal tersebut tidak akan ditemukan di Bandar Jengkol Cirebon. Karena, di tangan Peppi, pemilik rumah olahan jengkol Bandar Jengkol tersebut, jenis makanan yang dikenal bau itu dikemas semenarik mungkin, sehingga lebih elegan terlihat kemasannya.

Menurut Peppi, produk jengkol olahannya termasuk dalam olahan rendang jengkol. Namun dirinya ingin beda dari istilah umum, jadi diberi nama jengkol masak pedas. Jengkol olahannya tersebut tidak mengandung Msg atau pengawet makanan sedikitpun dan asli produk rumahan buatan tangannya sendiri.

“Ide awalnya saya ingin membuat suatu produk yang berbeda dari produk makanann yang kekinian yang kebanyakan berkiblat pada moderiasasi luar negri. Saya ingin jengkol kembali eksis terutama dikalangan anak muda, karena jika tidak kembali gemari, jengkol semakin tahun akan semakin hilang digerus oleh makanan makanan modern dan instans dan tentunya kurang memperhatikan segi kesehatan,” katanya Peppi kepada fajarnews.com, Kamis (11/2)

Ia menuturkan, kelebihan produk jengkol olahannya tersebut yakni diolah secara bersih dan higienis sehingga tidak menimbulkan bau khas jengkol. Produknya tersebut anti mainstreem sebutan anak muda jaman sekarang.

“Pokoknya bandar jengkol ini rasanya 100% nampol pedasnya pas di lidah dan pastinya anti mainstreem,” tuturnya.

Peppi mengatakan, pasar produk jengkolnya tersebut sementara masih melayani pesan antar wilayah kota Cirebon. Namun lewat penjualan online produknya sudah sampai kota Pemalang dan Jakarta, karena pemasarannya baru dimulai sejak awal Februari lalu.

Harga untuk satu porsi jengkol masak pedas ini Rp30ribu, bisa dipesan melalu Intagram dengan akun Bandarjengkol.crb. “Ke depan rencana saya ingin menambah banyaka varian untuk produk bandar jengkol ini dan berharap jengkol kembali eksis sperti jayanya dulu,” ungkapnya.

M. Hasan Hidayat

Loading Komentar....